Jumat, 28 Agustus 2009

Meninggalkan yang Haram, Menuju yang Halal

Barangsiapa meninggalkan sesuatu dlm kondisi haramnya niscaya ia mendapatkannya dalam kondisi halal (hadits).
Mlm itu ada seorang lelaki hendak merampok. Karena belum mendapat hasil rampokan dan merasa kelaparan, dia singgah di masjid tempat Rasulullah mengajarkan nilai nilai kehidupan. Ia minder dengan profesinya tsb. Dia duduk di pojok. Jauh dari para sahabat Nabi.
Rasulullah bersabda,'barang siapa meninggalkan sesuatu dalam kondisi haramnya, niscaya ia mendapatkannya dalam kondisi halal'.
Sayup sayup ia dengar satu nasihat Nabi itu. Hanya kalimat itu yang ia rekam di memori, lainnya lewat.
Malam makin larut dan lapar makin menjadi di perut. Dia keluar mencari mangsa. Dilihatnya ada rumah janda muda terbuka pintunya. Kesempatan emas di depan mata. Hidangan tersaji menyambut rasa laparnya. Ia ingin mengambil makanan, tapi hatinya tergetar. Pesan Nabi hadir, 'barangsiapa meninggalkan sesuatu dalam kondisi haramnya, niscaya ia mendapatkannya dalam kondisi halal'. Maka ia urungkan niat mencuri makanana.
Ia hendak keluar rumah, namun ia melihat lemari besi berisi perhiasan. Saat itu dia mampu menjual perhiasan dan hidup berkecukupan. Tapi saat hendak meraih harta itu, pesan Nabi kembali hadir di benaknya. Ia batalkan rencananya.
Masih lapar, ia bergegas keluar. Namun ia melihat ada janda muda tertidur. Syahwatnya berkobar. Ia datangi janda itu. Ia kembali tersentak sadar karena terlintas pesan Nabi tadi. Ia meruntuhkan syahwatnya.
Takut, lapar, gemetar. Ia kembali ke masjid Nabi beristighfar. Subuh datang. Ia masih di masjid dalam kelaparan, ketakutan.
Pagi hari seorang wanita menghadap Nabi. Ia ceritakan ada orang yang menyatroni rumahnya tadi malam. Ia hendak merampok dan memperkosanya. Ia meminta Nabi mencarikan suami yang sholeh dan siap melindungi.
Nabi mencari orang yang bersedia mendampingi janda ini. Nabi ditunjukkan pada laki-laki yang sedang sendiri. Lalu keduanya menikah.
Pesan Nabi kembali hadir. Barangsiapa meninggalkan sesuatu dalam kondisi haramnya, niscaya ia mendapatkannya dalam kondisi halal. Terbukti kini ia halal makan makanan yang semalam haram, ia halal memiliki harta dan perhiasan wanita yang kini jadi istrinya. Ia halal menggauli istrinya yang semula haram baginya.
(Solikhin Abu Izzuddin)

Hal yang demikian mungkin saja terjadi pada kita. Tanpa dibatasi oleh kapan, apa, siapa, dimana, dan bagaimana. Kuncinya adalah keyakinan. Keyakinan untuk merespon perubahan. Keyakinan kuat yang menumbuhkan spirit membara.

Senin, 03 Agustus 2009

harapan baru dari kegagalan

garis hidup manusia telah ditulis. menjadi sebuah ketetapan yang terjadi suatu hari nanti. jika dan hanya jika ketetapan itu terjadi dalam hidup maka itulah yang dinamakan takdir.
manusia, berada pada sebuah lingkaran kekuasaan Yang Maha Tinggi. lingkaran yang selalu berputar, kadang diatas kadang dibawah. lingkaran itu berputar pada poros waktu yang konstan. diatas hanya sekejap mata, dibawah hanya sedetik masa.
kala waktu membawa pada saat berat dalam hidup, berisi kekecewaan, tangis, kegagalan, kesedihan. logika tak mampu menjelaskan mengapa dan bagaimana.

kecewa dan gagal. setiap orang pasti pernah mengalaminya. telah berupaya keras pikiran dan raga, telah memohon dengan segenap harapan namun kemenangan masih belum di tangan.
kapal yang ku nahkodai seakan melawan arus. sekeras apapun mesin kapalku bekerja, tapi aku tak kunjung tiba di mana aku ingin berlayar. angin pun kiranya berhembus tak sejalan dengan ku.
manusia hanya berencana dan Allah yang menentukan hasil akhirnya. jika sekarang aku harus menelan kekecewaan maka inilah yang harus aku terima. kegagalan bukan akhir dari perjuangan. karena seorang pahlawan yang berani adalah dia yang mampu bangkit dari kegagalan dan merencanakan jalan lain menuju kesuksesan. dia yang menjadi lebih kuat setelah menghadapi kegagalan dan mampu belajar dari kegagalan itu. manusia akan lebih banyak belajar dari kegagalan..karena kesuksesan biasanya melenakan. itulah pemahaman yang harus ditanamkan.

usaha yang aku lakukan tidak mampu membuahkan kesuksesan yang nyata. itu berarti aku harus lebih banyak mencurahkan energi dan semangat berjuang. lebih keras dan lebih cerdas. bekerja dan terus bekerja. dan Allah akan melihat pekerjaan itu. aku yakin harapan itu masih ada dalam dadaku. harapan yang menjadi lentera dalam gelap. dan pastilah Allah akan memberikan harga yang pantas untuk setiap usaha. jika tidak sekarang pasti di waktu yang tepat nanti.
ini bukan saatnya menangis lagi, karena ada banyak rencana yang harus di realisasikan dengan tanggung jawab. kesuksesan itu akan datang, cepat atau lambat. dan dengan segala kelemahan diri aku memohon kekuatan dari Dia Yang Maha Kuat agar aku mampu mengupayakan jalan kesuksesan. dan Allah Yang Rahman-Rahim semoga memberikan bimbingan dan ridha Nya untuk hamba yang tak tau apa apa ini. Ya Allah, ampunilah hamba yang hina ini. AMIN