Hidup ini sebuah anugrah terindah yang Allah berikan untuk kita hambanya. Setiap detik yang terlewat takkan pernah kembali. Dia akan selamanya menjauh seperti detik-detik yang sekarang sedang menaungi waktu seorang manusia-yang juga akan semakin menjauh.
Ketika waktu yang berharga itu terlewat sia-sia maka itu berarti kerugian besar yang harus kita tanggung. Setiap detik menjadi penentu bagi menit-menit, jam-jam, dan hari berikutnya. Jadi apa yang kamu lakukan hari ini untuk mengisi waktumu???
Pencapaian seperti apa yang kita raih hari ini??
Sudahkah itu mendukung tujuan dan mimpi kita??
Pertanyaan-pertanyaan itu yang harus kita jawab.
Peluang suksesmu bertambah di setiap usaha. Inilah yang jadi kata kunci. Karena banyak tujuan yang ingin kita raih. Banyak hal yang harus kita lakukan sebagai kalifah Allah di muka bumi. Allah mempercayakan kita sebagai manusia yang akan mampu menjadi pemimpin yang diberi amanah untuk memakmurkan bumi. Amanah Allah ini bukan tugas kecil yang bisa kita lakukan. Tanggung jawabnya besar dan itu datangnya saat hari dimana pertanggung jawaban kita diminta dihadapan Allah.
Waktu manusia sesungguhnya sangat terbatas untuk dapat melakukan semua tugas kita. Ada banyak peran yang kita mainkan dan tiap peran itu punya tugas yang di plot pada sebuah skenario. Kita adalah seorang muslim yang tugas utamanya adalah beribadah pada Allah secara vertikal maupun horizontal. Kita sekarang adalah mahasiswa yang punya tugas menuntut ilmu yang bermanfaat sebanyak banyaknya sehingga kita benar-benar menguasai dan mengamalkan ilmu itu suatu saat nanti. Kita juga menjabat sebagai seorang anak yang harus menjadi anak sholeh-sholehah, berbakti pada orang tua, dan memuliakannya selalu. Kitapun menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab memberikan pengabdian dan kontribusi demi upaya perbaikan masyarakat di segala bidang. Kita adalah seorang teman, kita mungkin seorang adik atau kakak, kita adalah staf dari sebuah organisasi,atau kita adalah pemimpin yang mengarahkan kerja staf kita. Berapa banyak tugas kita dalam hidup ini?? Cukupkah sehari 24 jam untuk kita melakoni setiap tugas itu dengan sempurna??
Tidak!!
Kita tidak akan mampu melakukan semuanya. Tapi kita harus berusaha menjalani peran itu sebaik-baiknya dengan mengatur waktu yang kita punya. Manajemen waktu, itu cara konkrit yang mampu kita aplikasikan dalam setiap hari kita. Dibutuhkan amal jama’I,penetapan tujuan, perencanaan, pengorganisasian, aksi, pengendalian dan evaluasi dari setiap pemanfaatan waktu.
Pastikan bahwa kita mengisinya dengan:
1. Selalu membuat skala prioritas
2. Selalu berusaha lebih keras
3. Jangan tangguhkan pekerjaan
4. Pikirkan untuk menyelesaikan pekerjaan satu persatu secara bertahap
5. Jangan bilang “saya tidak punya waktu untuk hal baik.
(DR> Setiawan Budi Utomo, Lc. M.M, M.BA)
Dan dalam alokasi waktu itu kita sebaiknya memprioritaskan 7 hal :
1. Untuk keimanan
2. Aktivitas dakwah
3. Kerja sosial
4. Aktivitas ilmiah
5. Rumah tangga dan segenap keluarga
6. Mengembangkan ketrampilan pribadi
(Ust. Abu Izzuddin,penulis From Zero to Hero)
Selain kegiatan itu tidak perlu banyak kita masukkan dalam perencanaan alokasi waktu kita. Karena hal lain yang kecil itu saat kita pikirkan justru akan memenuhi pikiran dan kemampuan kita mengenali apa yang penting untuk kita jadi terhambat. Seperti toples yang dimasukkan ke dalamnya batu batu besar hingga penuh, kita masih dapat memasukkan kerikil kecil, pasir, dan bahkan air di sela sela batu besar itu. tapi berbeda halnya jika kita memasukkan kerikil kerikil, pasir, dan air hingga penuh ke dalam toples itu maka batu besar takkan bisa dimasukkan. Sama dengan pikiran kita yang terkonsentrasi untuk melakukan sesuatu dalam waktu yang kita punya. Prioritaskan yang penting, sesuatu yang besar untuk hidup ini.
Alokasikan waktu yang kita punya dengan sesuatu yang bermanfaat. Sesuatu yang akan mendukung langakah kita meraih impian dan cita-cita.
“ Demi masa. Sesungguhnya manusia benar benar dalam kerugian, kecuali orang orang yang beriman dan beramal shalih dan orang orang yang berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran.” QS Al-Ashr (1-3). Semoga Allah selalu membimbing kita dalam menapaki jalan kehidupan ini. Semoga cahaya Ilahinya selalu menjadi penerang dalam hati kita. Dia-lah sang penguasa siang dan malam. Hanya kepadanya kita memohon pertolongan. Semoga bermanfaat.
ESTININGTYAS, penghujung Ktober 2009.
ANGIN BERHEMBUS SEPOI SEPOI
Jumat, 30 Oktober 2009
Minggu, 11 Oktober 2009
Ilmu Janin dalam Al Qur'an
Ilmu pertumbuhan janin dalam Al Qur’an
An Nahl : 4
Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.
Al Hajj : 5
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
Al Mukminun : 13
Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Al mukminun : 14
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik
Al fatir : 11
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah
Yaasin : 77
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!
Az zumar : 6
Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan[1306]. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?
Al mukmin : 67
Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).
Nuh : 14
Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian[1519]
[1519]. Lihat surat Al Mu'minun ayat 12, 13 dan 14
Al Qiyaamah : 37
Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),
Al Qiyaamah : 38
kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya
Al insaan : 2
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur[1535] yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
Al mursalat : 20
Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina[1540]?
[1540]. Yang dimaksud dengan air yang hina ialah air mani
‘Abasa : 19
Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya[1557].
[1557]. Yang dimaksud dengan menentukannya ialah menentukan fase-fase kejadiannya, umurnya, rezkinya, dan nasibnya
Ath thariq : 6
Dia diciptakan dari air yang dipancarkan,
Ath thariq : 7
yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.
Al alaq : 2
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Al Imron : 6
Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Ar ra’d : 8
Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.
An nahl : 78
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur
Al mukminun : 78
Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur[1016]
[1016]. Yang dimaksud dengan bersyukur di ayat ini ialah menggunakan alat-alat tersebut untuk memperhatikan bukti-bukti kebesaran dan keesaan Tuhan, yang dapat membawa mereka beriman kepada Allah s.w.t. serta taat dan patuh kepada-Nya. Kaum musyrikin memang tidak berbuat demikian.
An Nahl : 4
Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.
Al Hajj : 5
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
Al Mukminun : 13
Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Al mukminun : 14
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik
Al fatir : 11
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah
Yaasin : 77
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!
Az zumar : 6
Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan[1306]. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?
Al mukmin : 67
Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).
Nuh : 14
Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian[1519]
[1519]. Lihat surat Al Mu'minun ayat 12, 13 dan 14
Al Qiyaamah : 37
Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),
Al Qiyaamah : 38
kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya
Al insaan : 2
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur[1535] yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
Al mursalat : 20
Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina[1540]?
[1540]. Yang dimaksud dengan air yang hina ialah air mani
‘Abasa : 19
Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya[1557].
[1557]. Yang dimaksud dengan menentukannya ialah menentukan fase-fase kejadiannya, umurnya, rezkinya, dan nasibnya
Ath thariq : 6
Dia diciptakan dari air yang dipancarkan,
Ath thariq : 7
yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.
Al alaq : 2
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Al Imron : 6
Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Ar ra’d : 8
Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.
An nahl : 78
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur
Al mukminun : 78
Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur[1016]
[1016]. Yang dimaksud dengan bersyukur di ayat ini ialah menggunakan alat-alat tersebut untuk memperhatikan bukti-bukti kebesaran dan keesaan Tuhan, yang dapat membawa mereka beriman kepada Allah s.w.t. serta taat dan patuh kepada-Nya. Kaum musyrikin memang tidak berbuat demikian.
Kamis, 08 Oktober 2009
Takdir
Takdir adalah sesuatu yang ingin aku capai dalam hidup. Semua orang yang masih muda tahu takdir mereka. Dan mereka mengejarnya di setiap musim. Berjalan terus untuk mewujudkan mimpi mereka. Keran saat muda itu mereka memiliki semangat terbaik untuk terus maju dan mengupayakan terwujudnya mimpi itu.
Takdir adalah ketetapan Allah yang telah tertulis. Takdir adalah sesuatu yang mutlak ketika telah terjadi. Namun ketika belum terjadi maka takdir masih ada dalam masa ketidak pastian yang mungkin berubah. Karena kita sendiri belum tahu bagaimana takdir itu ditetapkan atas kita. Maka menjadi hal wajib bagi kita untuk berupaya membuat kita pantas untuk takdir yang baik.
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS Ar-Ra’d : 11)
Kewajiban manusia adalah berusaha, dan Allah yang menentukan hasilnya. Selalu menyertai setiap usaha dengan doa agar Allah meridhai upaya kita. Lalu berpasrah setelah kita memastikan telah melakukan yang terbaik dari diri kita. Yang terbaik di setiap detiknya. Dan hasilnya kita tunggu dengan sepenuh keyakinan dan setulusnya doa. Agar Allah memberikan yang terbaik sesuai dengan usaha kita.
Jalan menuju takdir itu dirancang dengan perencanaan yang penuh pertimbangan. Ada arahan yang jelas kemana harus berlayar. Agar jelas pula tempat yang dituju. Membuat peta kehidupan membuat kita lebih terkonsentrasi pada apa yang ingin kita capai. Pada suatu saat kita pun akan menjadi jelas tentang posisi dimana kita berada dan memulai setiap tindakan. Hidup terarah, setiap tahun, setiap bulan, setiap harinya. Arah menuju apa yang ingin kita capai.
Sebenarnya merancang jalan menuju takdir bukan sebuah cara yang mutlak akan mendapatkan takdir yang kita inginkan karena semua bergantung bagaimana proses dalam perjalanan menuju takdir itu. Proses yang benar dan tepat sesuai tuntunan Allah adalah satu-satunya pegangan keselamatan. Jika niat benar memohon ridha-Nya semata, cara benar sesuai aturan Allah, dan dilakukan dengan tanggung jawab dan keikhlasan, serta di maksimalkan dengan doa sebelum, selama, dan setelah proses, maka takdir yang baik itu, insyaallah akan kita dapatkan.
Namun, ada kalanya semua usaha yang kita lakukan, meski kita rasa sudah maksimal namun belum membuahkan takdir yang baik menurut pengetahuan kita. Belum tentu takdir yang telah Allah tetapkan itu adalah hal yang buruk. Bisa jadi Allah memiliki rencana lain yang tidak kita tahu. Bisa jadi ada terselip kesalahan dalam prosesnya. Bisa jadi jalan yang kita tempuh keliru. Bisa jadi niat kita salah. Bisa jadi proses yang kita jalani belum tepat. Yang berarti kita harus lebih interospeksi lagi.
Membuat perencanaan baru untuk memperbaiki keadaan atau merencanakan jalan menuju takdir yang lain. Yang jelas, Allah tidak akan menentukan takdir yang buruk untuk umatnya yang telah berusaha. Mungkin Allah menghendaki kita mendapa takdir yang lain. Jadi kita harus terus berharap hanya pada Allah saja.
Sebenarnya dalam proses perjalanan hidup manusia memang sudah tertulis takdirnya. Tapi jelas sekali manusia tidak tahu apa-apa tentang takdir yang akan diterima. Maka wajib baginya berusaha untuk mendapatkan takdir yang baik. Memang, hidup adalah sebuah roda yang berputar. Kadang bahagia, kadang sengsara. Kadang mulus kadang terjal. Kadang tertawa kadang menangis. Itulah hidup. Takdir yang buruk itu, adalah ujian untuk meningkatkan kualitas kita dimata Allah. Dan sesuai janji Allah, jika kita berusaha berubah maka takdir akan berubah. Dan jika takdir yang beik belum kita dapatkan, kita harus tetap berusaha dan berharap pada Allah tanpa putus asa. Allah akan menyediakan jalan yang baik. Yakin. Percaya. Tawakal. Husnudzan pada Allah.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
(QS Al baqoroh 186)
Kita tidak boleh putus asa dan berprasangka buruk pada Allah. Sesuai firman Allah, “Aku akan mengikuti persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Selalu menyertainya jika ia berdora kepada-Ku”. (HR Bukhari Muslim)
Takdir adalah ketetapan Allah yang telah tertulis. Takdir adalah sesuatu yang mutlak ketika telah terjadi. Namun ketika belum terjadi maka takdir masih ada dalam masa ketidak pastian yang mungkin berubah. Karena kita sendiri belum tahu bagaimana takdir itu ditetapkan atas kita. Maka menjadi hal wajib bagi kita untuk berupaya membuat kita pantas untuk takdir yang baik.
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS Ar-Ra’d : 11)
Kewajiban manusia adalah berusaha, dan Allah yang menentukan hasilnya. Selalu menyertai setiap usaha dengan doa agar Allah meridhai upaya kita. Lalu berpasrah setelah kita memastikan telah melakukan yang terbaik dari diri kita. Yang terbaik di setiap detiknya. Dan hasilnya kita tunggu dengan sepenuh keyakinan dan setulusnya doa. Agar Allah memberikan yang terbaik sesuai dengan usaha kita.
Jalan menuju takdir itu dirancang dengan perencanaan yang penuh pertimbangan. Ada arahan yang jelas kemana harus berlayar. Agar jelas pula tempat yang dituju. Membuat peta kehidupan membuat kita lebih terkonsentrasi pada apa yang ingin kita capai. Pada suatu saat kita pun akan menjadi jelas tentang posisi dimana kita berada dan memulai setiap tindakan. Hidup terarah, setiap tahun, setiap bulan, setiap harinya. Arah menuju apa yang ingin kita capai.
Sebenarnya merancang jalan menuju takdir bukan sebuah cara yang mutlak akan mendapatkan takdir yang kita inginkan karena semua bergantung bagaimana proses dalam perjalanan menuju takdir itu. Proses yang benar dan tepat sesuai tuntunan Allah adalah satu-satunya pegangan keselamatan. Jika niat benar memohon ridha-Nya semata, cara benar sesuai aturan Allah, dan dilakukan dengan tanggung jawab dan keikhlasan, serta di maksimalkan dengan doa sebelum, selama, dan setelah proses, maka takdir yang baik itu, insyaallah akan kita dapatkan.
Namun, ada kalanya semua usaha yang kita lakukan, meski kita rasa sudah maksimal namun belum membuahkan takdir yang baik menurut pengetahuan kita. Belum tentu takdir yang telah Allah tetapkan itu adalah hal yang buruk. Bisa jadi Allah memiliki rencana lain yang tidak kita tahu. Bisa jadi ada terselip kesalahan dalam prosesnya. Bisa jadi jalan yang kita tempuh keliru. Bisa jadi niat kita salah. Bisa jadi proses yang kita jalani belum tepat. Yang berarti kita harus lebih interospeksi lagi.
Membuat perencanaan baru untuk memperbaiki keadaan atau merencanakan jalan menuju takdir yang lain. Yang jelas, Allah tidak akan menentukan takdir yang buruk untuk umatnya yang telah berusaha. Mungkin Allah menghendaki kita mendapa takdir yang lain. Jadi kita harus terus berharap hanya pada Allah saja.
Sebenarnya dalam proses perjalanan hidup manusia memang sudah tertulis takdirnya. Tapi jelas sekali manusia tidak tahu apa-apa tentang takdir yang akan diterima. Maka wajib baginya berusaha untuk mendapatkan takdir yang baik. Memang, hidup adalah sebuah roda yang berputar. Kadang bahagia, kadang sengsara. Kadang mulus kadang terjal. Kadang tertawa kadang menangis. Itulah hidup. Takdir yang buruk itu, adalah ujian untuk meningkatkan kualitas kita dimata Allah. Dan sesuai janji Allah, jika kita berusaha berubah maka takdir akan berubah. Dan jika takdir yang beik belum kita dapatkan, kita harus tetap berusaha dan berharap pada Allah tanpa putus asa. Allah akan menyediakan jalan yang baik. Yakin. Percaya. Tawakal. Husnudzan pada Allah.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
(QS Al baqoroh 186)
Kita tidak boleh putus asa dan berprasangka buruk pada Allah. Sesuai firman Allah, “Aku akan mengikuti persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Selalu menyertainya jika ia berdora kepada-Ku”. (HR Bukhari Muslim)
Tiga Aturan Kebahagiaan
Kebahagiaan kadang datang kadang pergi. Bahagia sulit didefinisikan dengan kata-kata. Hanya bagaimana kita merasakan kebahagiaan itu. Arti bahagia, rasa bahagia, kondisi bahagia, dan cara mendapatkan kebahagiaan itu berbeda bagi tiap orang. Maka bila ada yang menyatakan kebahagiaannya adalah jika banyak harta, punya popularitas, ataupun banyak teman, sah-sah saja bagi mereka. Ada pula sebagian yang lain yang menyatakan kebahagiaan itu jika dia mampu berbuat untuk memberikan manfaat terbaik dan untuk memberikan kebahagiaan untuk orang lain. Lebih banyak memberi manfaat maka dia akan semakin berbahagia. Ini pun adalah sebuah ladang kebahagiaan untuknya.
Ada beberapa aturan mengenai kebahagiaan. Salah satu bingkai dari lukisan kebahagiaan dari sekian banyak bingkai. Salah satu rambu, dari seribu rambu kebahagiaan.
1. Ga semua kesenangan adalah kebahagiaan
Sering kita merasa sudah hepy dan bahagia, tapi ternyata berujung duka. Merasa sudah nyaman di situasi yang membuatnya gembira, tapi saat tersadar sebenarnya membawa kesedihan. Banyak contoh yang ditemui. Salah satunya, pacaran, yang dianggap sebagai sebuah pembenaran dari kesalahan. Pacaran, tidak ada dalam syariat Islam. Sebagian ada yang mengatakan, “senang ya, punya pacar?” atau ada lagi yang bilang, “ enak punya pacar, ada yang nemeni kemana pergi”. Apa sih yang dicari dari pacaran? Cuma main-main yang mendatangkan dosa lebih besar. Batasan-batasan sudah dilanggar, aturan sudah diacuhkan, larangan tak diindahkan lagi.
Padahal jika dilihat lebih jauh, pacaran dapat membawa bencana besar. Dosa besar jika sampai terjadi zina. Naudzubillah.
Bersabar untuk tidak pacaran. Menunggu pasangan terbaik di saat yang tepat adalah lebih bijaksana. Tak perlu khawatir pada jodoh seperti apa yang akan datang. Khawatir apakah dia akan sebaik apa yang diinginkan. Yang paling penting adalah memperbaiki diri dulu. Mempercantik hati dulu. Agar jika saatnya tiba nanti kita menjadi pantas untuk takdir yang baik. Memohon pada Allah agar datang dia yang akan menjadi separuh jiwa. Bersabar.
“ Andaikata kebenaran itu mengikuti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada, dan semua yang ada di dalamnya.sebenarnya kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tapi mereka berpaling daari kebanggaan itu” (QS Al Mukmin 71)
2. Jangan berbahagia di atas penderitaan orang lain
Bukan kebahagiaan namanya jika berada di atas penderitaan orang lain. Sikap seorang yang beradab dan beriman saat melihat penderitaan orang lain adalah berempati dan segera memberikan pertolongan. Ia ga tenang jika melihat orang lain kesusahan. Ia akan merasa bahagia jika melihat orang lain bahagia.
3. Kebahagiaan adalah resultan usaha, pikiran, dan perbuatan
Kebahagiaan tidak datang dengan sendirinya tapi perlu diperjuangkan. Ia adalah resultan dari usaha kita membangun kebahagiaan itu. Siapapun yang tak mampu berpikir bahagia maka selama itu ia tak kan merasakan bahagia. Memikirkan hal-hal positif membuat kita merasakan bahagia. We are what we think. Usaha yang besar untuk mendapatkan kebahagiaan yang besar pula.
Ada beberapa aturan mengenai kebahagiaan. Salah satu bingkai dari lukisan kebahagiaan dari sekian banyak bingkai. Salah satu rambu, dari seribu rambu kebahagiaan.
1. Ga semua kesenangan adalah kebahagiaan
Sering kita merasa sudah hepy dan bahagia, tapi ternyata berujung duka. Merasa sudah nyaman di situasi yang membuatnya gembira, tapi saat tersadar sebenarnya membawa kesedihan. Banyak contoh yang ditemui. Salah satunya, pacaran, yang dianggap sebagai sebuah pembenaran dari kesalahan. Pacaran, tidak ada dalam syariat Islam. Sebagian ada yang mengatakan, “senang ya, punya pacar?” atau ada lagi yang bilang, “ enak punya pacar, ada yang nemeni kemana pergi”. Apa sih yang dicari dari pacaran? Cuma main-main yang mendatangkan dosa lebih besar. Batasan-batasan sudah dilanggar, aturan sudah diacuhkan, larangan tak diindahkan lagi.
Padahal jika dilihat lebih jauh, pacaran dapat membawa bencana besar. Dosa besar jika sampai terjadi zina. Naudzubillah.
Bersabar untuk tidak pacaran. Menunggu pasangan terbaik di saat yang tepat adalah lebih bijaksana. Tak perlu khawatir pada jodoh seperti apa yang akan datang. Khawatir apakah dia akan sebaik apa yang diinginkan. Yang paling penting adalah memperbaiki diri dulu. Mempercantik hati dulu. Agar jika saatnya tiba nanti kita menjadi pantas untuk takdir yang baik. Memohon pada Allah agar datang dia yang akan menjadi separuh jiwa. Bersabar.
“ Andaikata kebenaran itu mengikuti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada, dan semua yang ada di dalamnya.sebenarnya kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tapi mereka berpaling daari kebanggaan itu” (QS Al Mukmin 71)
2. Jangan berbahagia di atas penderitaan orang lain
Bukan kebahagiaan namanya jika berada di atas penderitaan orang lain. Sikap seorang yang beradab dan beriman saat melihat penderitaan orang lain adalah berempati dan segera memberikan pertolongan. Ia ga tenang jika melihat orang lain kesusahan. Ia akan merasa bahagia jika melihat orang lain bahagia.
3. Kebahagiaan adalah resultan usaha, pikiran, dan perbuatan
Kebahagiaan tidak datang dengan sendirinya tapi perlu diperjuangkan. Ia adalah resultan dari usaha kita membangun kebahagiaan itu. Siapapun yang tak mampu berpikir bahagia maka selama itu ia tak kan merasakan bahagia. Memikirkan hal-hal positif membuat kita merasakan bahagia. We are what we think. Usaha yang besar untuk mendapatkan kebahagiaan yang besar pula.
Suara hati
Kadang hati jadi pengkhianat. Hati tak sejalan dengan apa yang kita lakukan atau seharusnya kita lakukan untuk meraih mimpi mimpi. Wajar saja kalau hati takut kehilangan apa yang telah dimiliki dalam usaha meraih mimpi itu.
Lalu untuk apa kita dengarkan kata hati kita?
Sebab kita takkan pernah bisa membuatnya diam. Kalaupun kita pura pura menulikan telinga dihadapannya. Dia akan selalu bersuara dalam dirimu, mengulangi pikiranmu tentang kehidupan di dunia ini.
Kita harus mendengarkan andaipun dia berkhianat?
Pengkhianatan adalah pukulan tak terduga-duga. Kalau kita mengenal hati kita dengan baik, ia takkan berkhianat. Sebab kita tau pasti mimpi-mimpi dan keinginannya. Dan kau juga tahu cara menyikapinya.
Kita takkan pernah bisa lari dari hati kita, jadi sebaiknya dengarkanlah suaranya. Dengan begitu kau tak perlu takut akan mendapat pukulan yang tak disangka sangka.
Hati berkata, “meski kadang aku suka mengeluh, itu karena aku ini hati manusia. Dan hati manusia memang seperti itu. Orang-orang takut mengejar impian mereka yang paling berharga, sebab mereka merasa takkan layak mendapatkannya atau takkkan pernah bisa mewujudkannya. Kami hati manusia, merasa takut kalau memikirkan orang-orang yang tercinta pergi untuk selamanya, atau saat yang semestinya indah tapi ternyata tidak. Seperti harta karun yang mungkin ditemukan tapi selamanya terkubur sangat dalam. Sebab kalau hal itu terjadi kami akan sangat menderita.
Hati takut menderita.
Katakan pada hatimu, rasa takut akan penderitaan justru lebih menderita daripada penderitaan itu sendiri. Dan takkan ada hati yang menderita saat mengejar impiannya. Sebab setiap detik pencarian itu bisa diibaratkan sebagai pertemuan kembali dengan Tuhan dan keabadian.
“setiap detik pencarian adalah pertemuan dengan Tuhan. Kalau aku berusaha sungguh-sungguh mencari mimp-mimpiku setiap hari terasa membahagiakan sebab aku tau setiap jamnya merupakan bagain dari mimpi menemukan apa yang aku cari.
Lalu untuk apa kita dengarkan kata hati kita?
Sebab kita takkan pernah bisa membuatnya diam. Kalaupun kita pura pura menulikan telinga dihadapannya. Dia akan selalu bersuara dalam dirimu, mengulangi pikiranmu tentang kehidupan di dunia ini.
Kita harus mendengarkan andaipun dia berkhianat?
Pengkhianatan adalah pukulan tak terduga-duga. Kalau kita mengenal hati kita dengan baik, ia takkan berkhianat. Sebab kita tau pasti mimpi-mimpi dan keinginannya. Dan kau juga tahu cara menyikapinya.
Kita takkan pernah bisa lari dari hati kita, jadi sebaiknya dengarkanlah suaranya. Dengan begitu kau tak perlu takut akan mendapat pukulan yang tak disangka sangka.
Hati berkata, “meski kadang aku suka mengeluh, itu karena aku ini hati manusia. Dan hati manusia memang seperti itu. Orang-orang takut mengejar impian mereka yang paling berharga, sebab mereka merasa takkan layak mendapatkannya atau takkkan pernah bisa mewujudkannya. Kami hati manusia, merasa takut kalau memikirkan orang-orang yang tercinta pergi untuk selamanya, atau saat yang semestinya indah tapi ternyata tidak. Seperti harta karun yang mungkin ditemukan tapi selamanya terkubur sangat dalam. Sebab kalau hal itu terjadi kami akan sangat menderita.
Hati takut menderita.
Katakan pada hatimu, rasa takut akan penderitaan justru lebih menderita daripada penderitaan itu sendiri. Dan takkan ada hati yang menderita saat mengejar impiannya. Sebab setiap detik pencarian itu bisa diibaratkan sebagai pertemuan kembali dengan Tuhan dan keabadian.
“setiap detik pencarian adalah pertemuan dengan Tuhan. Kalau aku berusaha sungguh-sungguh mencari mimp-mimpiku setiap hari terasa membahagiakan sebab aku tau setiap jamnya merupakan bagain dari mimpi menemukan apa yang aku cari.
Jumat, 02 Oktober 2009
Kekuatan dan Keyakinan
ROBERT COLLIER:'kesempatan anda untuk sukses selalu dapat diukur oleh seberapa besar kepercayaan diri yang anda miliki'
masing2 kita punya tujuan dan harapan2 yg akan membuat qt terus berusaha mencpai tjuan itu. selalu ada peluang utk maju saat ada kemauan dan kemampuan yg terus diasah. dan doa pada ALLAH pun menyempurnakan proses pencapaian tjuan itu.
'orang cerdik adalah org yg mempersiapkan dirinya dan beramal utk kebaikan dunia dan akhirat.'
ada 3 kekuatan yg qt punya:
1. kekuatan materi sbg modal yang memudahkan dlm memperjuangkan kbhagiaan
2. kekuatan moral dan mental yg dpt berupa dorongan motivasi dan pujian yg bernilai positif
3. kekuatan ruhiyah yaitu keimanan pd ALLAH SWT yg membuat semangat tak pernah patah meski fisik melemah dan dukungan dari luar tak ada. akan bermakna hidup ini saat kita memiliki tujuan-tujuan hidup yang jelas. SO KEEP ON FIGHTING!
masing2 kita punya tujuan dan harapan2 yg akan membuat qt terus berusaha mencpai tjuan itu. selalu ada peluang utk maju saat ada kemauan dan kemampuan yg terus diasah. dan doa pada ALLAH pun menyempurnakan proses pencapaian tjuan itu.
'orang cerdik adalah org yg mempersiapkan dirinya dan beramal utk kebaikan dunia dan akhirat.'
ada 3 kekuatan yg qt punya:
1. kekuatan materi sbg modal yang memudahkan dlm memperjuangkan kbhagiaan
2. kekuatan moral dan mental yg dpt berupa dorongan motivasi dan pujian yg bernilai positif
3. kekuatan ruhiyah yaitu keimanan pd ALLAH SWT yg membuat semangat tak pernah patah meski fisik melemah dan dukungan dari luar tak ada. akan bermakna hidup ini saat kita memiliki tujuan-tujuan hidup yang jelas. SO KEEP ON FIGHTING!
halal bi halal moment. PART 2
Sampai d ruang kuliah, ada miskom dengan jurusan S2 Gizi. Ruang kuliah sudah dijadwal untuk digunakan kuliah S2 Gizi tetapi tak ada konfirmasi. Alhasil kuliah diundur oleh Prof. Bi.
Waktu luang, ada kamera. Hm, ni jiwa model mendadak kambuh. Jadilah aku foto2 ria memenuhi kamera teman. Hehe...
Lalu semua teman2 pulang. Hm, nanti jam 1 kul lagi.
Pulang bareng EFRI. Sebentar membantunya pakai jilbab.
Pada jam 11.30 aku k kampus bawa luna. Niatnya pengen upload foto baru. Efry yang dah ngebet banget pengen segera upload foto mendapat kehormatan di giliran pertama. Aku menyusul. 30 menit berlalu. Dia, pamit pergi ke undangan calon mertuanya. Lalu datang Anin, temanku. Menemaniku. Sama seperti Efry, dia juga pingin upload foto. Aku mengiyakan. Aku menunggu lagi.
Tik tok tik tok.. Waktu berlalu. Karena jaringan wi fi mungkin tersendat. Banyak yang memakai jadi kecepatan transfer data min, hanya 5 Mbps. Lama. Bosan.
Sudah jam setengah 1. Nanti jam 1 ada kuliah. Sebaiknya segera shalat dhuhur saja. Luna kembali k tasku. Aku sampai belum sempat online..
Sebelum berangkat k ruang kuliah, aku menunggu teman teman laen d depan ruang BEM. Aku duduk, merapikan isi tasku. Aku dari tadi menunduk saja. Lalu datang anak BEM yang aneh. Duduk disampingku, membawa es teh di tangannya. Dia duduk menyilangkan kakinya. Hanya diam saja. Sejak dulu memang sangat jarang ada kata yang terlontar dari bibir kita. Hening. Tapi itu lebih baik.
Sudah jam 1 siang! Buru buru mempercepat langkah menuju ruang kuliah. Disana ternyata kita kalah langkah dari dosen. Alhamdulilah masih belum mulai kuliah.
Kuliah selesai jam 14.40. Kita langsung bergerak menuju ruang BEM. Rencananya kita ada halal bi halal dengan BEM-ERS. Tapi entah tempat tujuannya di mana. Pak Presbem sudah agak marah gara2 waktunya molor. Setelah shalat ashar, kita semua berangkat.
Tujuan adalah di solo kuliner. Sebuah resto taman yang cukup nyaman dengan suasana cozy. Penataan meja bagus dan menarik. Ada beberapa kolam udang dan ikan. Dan di beberapa spot terdapat ayunan kecil yang tampaknya akan ambruk jika di naiki orang gemuk kayak aku dan niken. Hi3x..
Teman teman datang menyusul. Jika tadi yang datang adalah para mahasiswi berpakaian putri. Maka yang datang menyusul sekarang adalah para pangeran berkuda. (Perumpamaan yang ga jelas!)
Setiap BEM-ER adalah banci kamera. Di mana mana selalu foto foto. Di tasnya, selain ada buku buku dan laptop, kamera tak pernah ketinggalan.
BERSAMBUNG.
Waktu luang, ada kamera. Hm, ni jiwa model mendadak kambuh. Jadilah aku foto2 ria memenuhi kamera teman. Hehe...
Lalu semua teman2 pulang. Hm, nanti jam 1 kul lagi.
Pulang bareng EFRI. Sebentar membantunya pakai jilbab.
Pada jam 11.30 aku k kampus bawa luna. Niatnya pengen upload foto baru. Efry yang dah ngebet banget pengen segera upload foto mendapat kehormatan di giliran pertama. Aku menyusul. 30 menit berlalu. Dia, pamit pergi ke undangan calon mertuanya. Lalu datang Anin, temanku. Menemaniku. Sama seperti Efry, dia juga pingin upload foto. Aku mengiyakan. Aku menunggu lagi.
Tik tok tik tok.. Waktu berlalu. Karena jaringan wi fi mungkin tersendat. Banyak yang memakai jadi kecepatan transfer data min, hanya 5 Mbps. Lama. Bosan.
Sudah jam setengah 1. Nanti jam 1 ada kuliah. Sebaiknya segera shalat dhuhur saja. Luna kembali k tasku. Aku sampai belum sempat online..
Sebelum berangkat k ruang kuliah, aku menunggu teman teman laen d depan ruang BEM. Aku duduk, merapikan isi tasku. Aku dari tadi menunduk saja. Lalu datang anak BEM yang aneh. Duduk disampingku, membawa es teh di tangannya. Dia duduk menyilangkan kakinya. Hanya diam saja. Sejak dulu memang sangat jarang ada kata yang terlontar dari bibir kita. Hening. Tapi itu lebih baik.
Sudah jam 1 siang! Buru buru mempercepat langkah menuju ruang kuliah. Disana ternyata kita kalah langkah dari dosen. Alhamdulilah masih belum mulai kuliah.
Kuliah selesai jam 14.40. Kita langsung bergerak menuju ruang BEM. Rencananya kita ada halal bi halal dengan BEM-ERS. Tapi entah tempat tujuannya di mana. Pak Presbem sudah agak marah gara2 waktunya molor. Setelah shalat ashar, kita semua berangkat.
Tujuan adalah di solo kuliner. Sebuah resto taman yang cukup nyaman dengan suasana cozy. Penataan meja bagus dan menarik. Ada beberapa kolam udang dan ikan. Dan di beberapa spot terdapat ayunan kecil yang tampaknya akan ambruk jika di naiki orang gemuk kayak aku dan niken. Hi3x..
Teman teman datang menyusul. Jika tadi yang datang adalah para mahasiswi berpakaian putri. Maka yang datang menyusul sekarang adalah para pangeran berkuda. (Perumpamaan yang ga jelas!)
Setiap BEM-ER adalah banci kamera. Di mana mana selalu foto foto. Di tasnya, selain ada buku buku dan laptop, kamera tak pernah ketinggalan.
BERSAMBUNG.
halal bi halal moment
Hanya sebuah cerita tentang hari k 13 syawal 1430 H. Ada 2 jadwal halal bi halal yang ada d schedule. Selain it ada jadwal kuliah PBL dan administrasi pendidikan. Pasti hari yang menyenangkan! Itu yang ku pikirkan saat pertama membuka mata.
Sudah jam setengah 5. Mata kriyip2 ga jelas. Badan lemes, masi capek, panas, punggung kaku. Seperti pakai baju seng yang sudah d jemur di bawah matahari seharian. Yah, masuk angin deh! Q paling takut sakit. Sakit itu bisa ganggu aktivitas. Jadinya ga maksimal ngerjain semua tugas. Apalagì kalo pas kuliah tiba tiba tenggorokan kering, batuk batuk. Ah, ini ga cuma ganggu aku, tapi juga ganggu teman2 semua.
Aq minum aer, sebanyak 500cc. Bertahap, tenggorokan jadi lebih nyaman. Lalu wudhu, shalat. Doa. Semoga hari ini membawa keberkahan.
Aku ingat temanku. Dia yang biasa ngasi obat penenang dengan kata-katanya. Aku minta di doakan biar cepet sembuh.
Jam 07.00 pagi. Teringat jadwal halal bi halal dengan keluarga besar kebidanan dimulai jam setengah 8. Yah, ngebut deh, bersiap siap berangkat. Makan biskuit dikit, minum obat batuk, lalu cabut!
Sampai di pendopo FK, ternyata acara hampir mulai. Aku ngisi daftar hadir, bayar kontribusi, then lepas sepatu dan menuju tempat kosong. Sebelumnya sempat cipika cipiki sama beberapa adik tingkat.
Then, yang menarik dari halal bi halal ini adalah sesi sambutan dr. Tri Budi, SpOG. Beliau menuturkan tentang keutamaan menuntut ilmu dan mengamalkannya. Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Ilmu adalah sebagai cahaya yang menerangi hati. Seorang mukmin yang berilmu akan ditinggikan derajatnya di hadapan Allah. Subhanallah..
Dan ketika itu aku teringat pada ayat-ayat Al Quran yang banyak memuat pentingnya menuntut ilmu. Dan tak ada kecuali, tak ada batasan ruang dan waktu. Dengan siapapun gurunya. Dan bagaimanapun kondisinya.
Ya, memang benar. Menuntut ilmu adalah wajib. Berlangsung sejak jauh dari terjadinya pembuahan, tumbuh kembang kehamilan, terjadinya kelahiran, dan proses setelah bayi lahir dan tumbuh dewasa, sampai meninggal. Wajib!
Sebelum acara selesai, dengan sangat berat hati, aku dan teman teman harus meninggalkan acara. Sudah hampir jam 9. Kuliah PBL oleh Prof. Bi di ruang lab Kimia hampir dimulai. Teman2 dan aku minta ijin pada panitia. Paling tidak mereka tahu kenapa kita pergi.
BERSAMBUNG.
Sudah jam setengah 5. Mata kriyip2 ga jelas. Badan lemes, masi capek, panas, punggung kaku. Seperti pakai baju seng yang sudah d jemur di bawah matahari seharian. Yah, masuk angin deh! Q paling takut sakit. Sakit itu bisa ganggu aktivitas. Jadinya ga maksimal ngerjain semua tugas. Apalagì kalo pas kuliah tiba tiba tenggorokan kering, batuk batuk. Ah, ini ga cuma ganggu aku, tapi juga ganggu teman2 semua.
Aq minum aer, sebanyak 500cc. Bertahap, tenggorokan jadi lebih nyaman. Lalu wudhu, shalat. Doa. Semoga hari ini membawa keberkahan.
Aku ingat temanku. Dia yang biasa ngasi obat penenang dengan kata-katanya. Aku minta di doakan biar cepet sembuh.
Jam 07.00 pagi. Teringat jadwal halal bi halal dengan keluarga besar kebidanan dimulai jam setengah 8. Yah, ngebut deh, bersiap siap berangkat. Makan biskuit dikit, minum obat batuk, lalu cabut!
Sampai di pendopo FK, ternyata acara hampir mulai. Aku ngisi daftar hadir, bayar kontribusi, then lepas sepatu dan menuju tempat kosong. Sebelumnya sempat cipika cipiki sama beberapa adik tingkat.
Then, yang menarik dari halal bi halal ini adalah sesi sambutan dr. Tri Budi, SpOG. Beliau menuturkan tentang keutamaan menuntut ilmu dan mengamalkannya. Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Ilmu adalah sebagai cahaya yang menerangi hati. Seorang mukmin yang berilmu akan ditinggikan derajatnya di hadapan Allah. Subhanallah..
Dan ketika itu aku teringat pada ayat-ayat Al Quran yang banyak memuat pentingnya menuntut ilmu. Dan tak ada kecuali, tak ada batasan ruang dan waktu. Dengan siapapun gurunya. Dan bagaimanapun kondisinya.
Ya, memang benar. Menuntut ilmu adalah wajib. Berlangsung sejak jauh dari terjadinya pembuahan, tumbuh kembang kehamilan, terjadinya kelahiran, dan proses setelah bayi lahir dan tumbuh dewasa, sampai meninggal. Wajib!
Sebelum acara selesai, dengan sangat berat hati, aku dan teman teman harus meninggalkan acara. Sudah hampir jam 9. Kuliah PBL oleh Prof. Bi di ruang lab Kimia hampir dimulai. Teman2 dan aku minta ijin pada panitia. Paling tidak mereka tahu kenapa kita pergi.
BERSAMBUNG.
Langganan:
Komentar (Atom)
.jpg)