Rabu, 02 September 2009

Belajar dengan SaVI

Hidup adalah belajar. Prosesnya telah dimulai sejak dalam kandungan dan baru akan berakhir jika manusia meninggal. Dari penelitian membuktikan bahwa sejak janin berumur 24 minggu janin telah belajar menggenggam, mengepakkan kaki, merasakan sari makanan dari air ketuban. Pada usia 38 minggu dia telah mampu mendengar, mengingat, dan merasakan kondisi emosi dari ibunya. Itulah mengapa pada usia kehamilan 28 minggu sebaiknya ibu sering memperdengarkan musik klasik yang dapat membantu merangsang perkembangan otaknya agar dia berkembang dalam intelligent maupun emosional.
Belajar adalah sebuah kewajiban setiap manusia. Untuk melakukan segala sesuatu selalu ada ilmunya agar dapat menghasilakan outcome yang diharapkan. Untuk dapat mengetahui apa hakikat hidup ini pun kita membutuhkan ilmu. Ilmu adalah sebuah jalan menuju solusi segala permasalahan. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW ,”Barang siapa menginginkan dunia maka wajib baginya dengan ilmu, barang siapa yang meninginkan akhirat maka wajib baginya untuk mencari ilmu. Dan barang siapa menginginkan dunia akhirat maka wajib bagnya untuk mencari ilmu.
Era global, era komunikasi seperti ini kita benar-benar dituntut untuk memiliki ilmu dan kompetensi yang mampu bersaing. tak dapat dipungkiri bahwa untuk menjadi bangsa yang maju maka kualitas setiap elemen pembangunan harus prima. Negara kita yang kaya akan sumber daya ini membutuhkan manusia yang mampu menggali, mengelola, dan memanfaatkan potensi yang ada untuk memakmurkan rakyat. Agar rakyat tidak semakin tertindas dengan masuknya segala komoditas barang dan jasa yang dikuasai bangsa lain.
Metode belajar yang baik diperlukan untuk dapat melakukan preses belajar yang baik. Setiap orang punya kekhasan metude dalam prose belajarnya. Hal itu tak menjadi masalah karena memang cara seseorang menangkap dan memproses setiap informasi juga berbeda. Secara umum ada beberapa 4 pendekatan yang dilakukan ketika seseorang mengakses informasi. Pendekatan itu adalah SAVI.
SAVI merupakan kependekan dari: Somatis, Auditori, Visual, Intelligent.
1. Somatis
Somatis berasal dari kata soma yang berarti tubuh. Belajar somatis berarti menggunakan seluruh tubuhnya untuk belajar. Contohnya adalah latihan, praktik, belajar dengan menggerakkan anggota tubuh. Anak kecil biasanya belajar dengan cara ini, baik itu dalam pendidikan formal ataupun informal. Karenanya anak kecil lebih cepat belajar karena dengan menggerakkan anggota tubuh maka memori yang tersimpan akan semakin banyak dan tahan lama karena semakin banyak indera yang bekerja menerima impuls.

2. Auditori
Auditori berarti pendengaran, yaitu belajar dengan mendengarkan suara dosen, guru, kaset, atau rekaman audio. Mungkin untuk sebagian orang yang belajar dengan cara ini cukup baginya belajar dengan hanya duduk mendengarkan dosen tanpa perlu mencatat. Karena fungsi otaknya lebih baik dalam menangkap informasi audio.


3. Visual
Visual berarti penglihatan. Pendekatan belajar ini lebih mementingkan aspek bentuk dan gambar dalam mengolah dan menyimpan informasi. Orang orang yang belajar denagn cara ini akan lebih suka belajar dengan gambar, grafik, peta konsep yang unik. Juga dengan membaca buku. Sobbota misalnya, buku atlas anatomi manusia yang tebal dan rumit namun menjadi senjata khas untuk para mahasiswa kedokteran. Itulah mengapa aspek visualisasi sering ditonjolkan dalam buku-buku untuk membuat informasi lebih mudah dicerna.

4. Intelijen
Intelijen adalah belajar dengan mengunakan kemampuan berpikir dan menyelesaikan masalah. Proses belajar ini lebih tinggi tingkatannya dibandingkan pendekatan yang lain. Disini terjadi perkembangan pola pikir. dengan intelijen maka akan melahirkan ilmu baru baik itu ilmu murni maupun terapan. Hasilnya nanti akan mempengaruhi pandangan dan pola pikir yang ada sebelumnya sehingga akan terjadi perubahan gaya berpikir.

Pada dasarnya semakin banyak indera yang bekerja maka akan semakin banyak informasi yang dapat diserap dan semakin kuat tersimpan dalam memori otak. Ketika kuliah seseorang akan lebih banyak mendengar penjelasan dan sedikit visualisasi dari slide perkuliahan. Maka kita pun harus aktif memproses dan mengolah informasi itu. Kembangkan kemampuan dalam berimajinasi dalam otak, kemudian secara bersamaan kita mengolah informasi yang kita dapat dengan bersikap kritis dan bertanya ketika ada hal yang kurang dipahami. Sempernakan juag dengan konsentrasi pada praktikum yang penting untuk meningkatkan skill kita. Jadi waktu kita kulaih kita sudah menyerap sebagian besar informasi mengingatnya kuat dalam memori. Sehingga tak ada lagi yang namanya wayangan sebelum ujian. Hehehe....

2 komentar:

silakan tinggalkan jejak...