Kemarin siang (9/02/09) saya jumpai ada kasus missed abortion pada Ny F umur 27 tahun di RS Medika Mulya Wonogiri. Dia tidak merasa ada keluhan apapun. Dia menerima kenyataan bahwa janinnya telah mati saat periksa kehamilan di dokter spesialis kandungan. Dari hasil USG ternyata janin telah mati. Kemudian dokter menganjurkannya ke rumah sakit untuk menjalani curetage yaitu untuk membersihkan kandungan.
Apa sebenarnya definisi, etiologi, diagnosis, dan penatalaksaan dari kasus missed abortion??
Abortus adalah suatu usaha mengakhiri kehamilan dengan mengeluarkan hasil pembuahan secara paksa sebelum janin dapat bertahan hidup,dengan usia kehamilan hingga 20 minggu atau berat janin 500 gram. Abortus spontan yang dikenal dengan istilah keguguran terjadi alami tanpa induksi.
Etiologi abortus adalah:
1. kelainan genetik (75-90% total keguguran).
2. Kadar progesteron tidak normal
3. Kelainan kelenjar thyroid
4. Diabetes tidak terkontrol
5. Kelainan uterus
6. Infeksi
7. Penyakit autoimun lain
Diagnosis aborsi spontan terbagi dalam berbagai bentuk:
1. Abortus imminens (mengancam)
2. Abortus insipiens (tak dapat dihindari)
3. Missed Abortion (janin mati dalam rahim)
4. Abortus inkompletus (sebagian jaringan masih tertinggal dalam rahim)
Pada missed abortion didapatkan bahwa janin telah meninggal dan hasil konsepsi masih ada dalam rahim selama bdberapa jangka waktu (2 minggu atau lebih).
Tanda dan gejala:
1. Kondisi pada awal kehamilan normal
2. Terdapat bercak darah atau perdarahan atau nyeri abdomen atau nyeri punggung pada saat kematian janin (bisa ada bisa tidak)
3. Pembesaran rahim terhenti, kemudian mengecil bebesapa lama kemudian akibat maserasi janin dan penyerapan cairan amnion)
4. Kelenjar susu kembali ke keadaan semula
5. Wanita tertentu mengalami penurunan berat badan
6. Amenore menetap
7. Tidak ada denyut jantung janin setelah usia kehamilan tertentu.
Jika ada tanda tanda di atas maka dilakukan USG untuk memastikan kematian janin. Apabila kematian janin telah terjadi maka akan ada peningkatan resiko mekanisme pembekuan yang abnormal dan potensi disseminated intravascular coagulopathy ( DIC ).
Penatalaksanaan yang didapatkan Ny F di rumah sakit adalah curetage. Persiapannya meliputi
- infus RL + drip syntocinon 10 iu
-pemberian obat oral berupa Gastrul/6 jam sebanyak 4 tablet.
- observasi pembukaan porsio
- puasa 6 jam pre curetage
- Setelah ada pembukaan porsio maka dilakukan curetage oleh dokter SPOG.
Senin, 09 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silakan tinggalkan jejak...