Minggu, 01 Februari 2009

mereka berkata 'aku melakukannya sebagai ungkapan cinta'

di ruang bersalin ini ada seorang ibu muda yang sudah masuk masa persalinan. ketika di tanya umur dia menjawab 16 tahun. wow! beneran ga tuh??

dia bilang sudah menikah. kapan? dia menjawab 5 bulan yang lalu. lalu dia bertutur bahwa dia menikah karena kecelakaan. naudzubillah..

sayang sekali, perempuan berparas cantik berkulit langsat itu harus terjerumus dalam gaya sex bebas. padahal dia masih muda, masih punya banyak kesempatan untuk mengejar mimpinya. 16 tahun itu masa belia, seharusnya dia duduk d bangku sekolah mendengarkan penjelasan gurunya, atau mengerjakan soal matematika, atau sedang asyik mengkaji buku buku pelajaran di perpustakaan sekolahnya. dia juga seharusnya dapat menikmati waktunya bersama teman temannya. berbagi bercerita tentang harapan di masa depannya..lalu merencanakan SMA dan kampus mana yang dia inginkan. tapi semua sudah tak mungkin lagi. kini dia terbaring d bed. sebentar lagi dia akan menimang bayi hasil hubungan sex yang tak bertanggung jawab!

dia mungkin pernah memiliki mimpi tapi ia tak punya kesempatan untuk mewujudkannya.

mereka yang menganut free
sex it beranggapan bahwa hubungan badan itu sebagai ungkapan cinta. karena saling mencinta maka seorang perempuan bersedia menyerahkan kehormatannya pada pacarnya. dan si laki laki tega mengambil kehormatannya tanpa tanggung jawab. sesuatu yang berharga yang seharusnya di jaga sampai tiba masanya untuk suami atau istrinya.

fenomena ini sudah tidak jarang di temukan. remaja anak smp hingga kuliah sudah banyak yang terjerumus. akibat dari kurangnya kesadaran diri akan pentingnya menjaga kehormatan, kurang pengetahuan agama, minimnya pedoman hidup ,pergaulan bebas yang tak beretika dan suramnya tujuan hidup yang sebenarnya. selain itu adalah faktor keluarga yang tidak berhasil menjalankan fungsinya membentuk generasi bermartabat.


sekarang apa yang bisa qt lakukan? dari mana membenahi kondisi kerusakan moral yang kronis ini. peran keluargalah yang harus dioptimalkan dalam menanamkan moral dan pengetahuan agama yang kuat dlm diri anak anak sejak dini. orang tua secara intensif memfokuskan pada pembinaan karakter,kepribadian,pola pikir, dan tingkah laku. peran ibu adalah yang utama karena ibu yang mengasuh dan mendidik anak sejak dalam kandungan sampai waktu yg tak berbatas. ibu disini menjadi madrasah kehidupan yang nyata. pendidikan moral dan agama harus ditanamkan sejak dini-agar kuat hingga dia dewasa-sebagai pondasi yang kokoh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silakan tinggalkan jejak...