Hidup ini sebuah anugrah terindah yang Allah berikan untuk kita hambanya. Setiap detik yang terlewat takkan pernah kembali. Dia akan selamanya menjauh seperti detik-detik yang sekarang sedang menaungi waktu seorang manusia-yang juga akan semakin menjauh.
Ketika waktu yang berharga itu terlewat sia-sia maka itu berarti kerugian besar yang harus kita tanggung. Setiap detik menjadi penentu bagi menit-menit, jam-jam, dan hari berikutnya. Jadi apa yang kamu lakukan hari ini untuk mengisi waktumu???
Pencapaian seperti apa yang kita raih hari ini??
Sudahkah itu mendukung tujuan dan mimpi kita??
Pertanyaan-pertanyaan itu yang harus kita jawab.
Peluang suksesmu bertambah di setiap usaha. Inilah yang jadi kata kunci. Karena banyak tujuan yang ingin kita raih. Banyak hal yang harus kita lakukan sebagai kalifah Allah di muka bumi. Allah mempercayakan kita sebagai manusia yang akan mampu menjadi pemimpin yang diberi amanah untuk memakmurkan bumi. Amanah Allah ini bukan tugas kecil yang bisa kita lakukan. Tanggung jawabnya besar dan itu datangnya saat hari dimana pertanggung jawaban kita diminta dihadapan Allah.
Waktu manusia sesungguhnya sangat terbatas untuk dapat melakukan semua tugas kita. Ada banyak peran yang kita mainkan dan tiap peran itu punya tugas yang di plot pada sebuah skenario. Kita adalah seorang muslim yang tugas utamanya adalah beribadah pada Allah secara vertikal maupun horizontal. Kita sekarang adalah mahasiswa yang punya tugas menuntut ilmu yang bermanfaat sebanyak banyaknya sehingga kita benar-benar menguasai dan mengamalkan ilmu itu suatu saat nanti. Kita juga menjabat sebagai seorang anak yang harus menjadi anak sholeh-sholehah, berbakti pada orang tua, dan memuliakannya selalu. Kitapun menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab memberikan pengabdian dan kontribusi demi upaya perbaikan masyarakat di segala bidang. Kita adalah seorang teman, kita mungkin seorang adik atau kakak, kita adalah staf dari sebuah organisasi,atau kita adalah pemimpin yang mengarahkan kerja staf kita. Berapa banyak tugas kita dalam hidup ini?? Cukupkah sehari 24 jam untuk kita melakoni setiap tugas itu dengan sempurna??
Tidak!!
Kita tidak akan mampu melakukan semuanya. Tapi kita harus berusaha menjalani peran itu sebaik-baiknya dengan mengatur waktu yang kita punya. Manajemen waktu, itu cara konkrit yang mampu kita aplikasikan dalam setiap hari kita. Dibutuhkan amal jama’I,penetapan tujuan, perencanaan, pengorganisasian, aksi, pengendalian dan evaluasi dari setiap pemanfaatan waktu.
Pastikan bahwa kita mengisinya dengan:
1. Selalu membuat skala prioritas
2. Selalu berusaha lebih keras
3. Jangan tangguhkan pekerjaan
4. Pikirkan untuk menyelesaikan pekerjaan satu persatu secara bertahap
5. Jangan bilang “saya tidak punya waktu untuk hal baik.
(DR> Setiawan Budi Utomo, Lc. M.M, M.BA)
Dan dalam alokasi waktu itu kita sebaiknya memprioritaskan 7 hal :
1. Untuk keimanan
2. Aktivitas dakwah
3. Kerja sosial
4. Aktivitas ilmiah
5. Rumah tangga dan segenap keluarga
6. Mengembangkan ketrampilan pribadi
(Ust. Abu Izzuddin,penulis From Zero to Hero)
Selain kegiatan itu tidak perlu banyak kita masukkan dalam perencanaan alokasi waktu kita. Karena hal lain yang kecil itu saat kita pikirkan justru akan memenuhi pikiran dan kemampuan kita mengenali apa yang penting untuk kita jadi terhambat. Seperti toples yang dimasukkan ke dalamnya batu batu besar hingga penuh, kita masih dapat memasukkan kerikil kecil, pasir, dan bahkan air di sela sela batu besar itu. tapi berbeda halnya jika kita memasukkan kerikil kerikil, pasir, dan air hingga penuh ke dalam toples itu maka batu besar takkan bisa dimasukkan. Sama dengan pikiran kita yang terkonsentrasi untuk melakukan sesuatu dalam waktu yang kita punya. Prioritaskan yang penting, sesuatu yang besar untuk hidup ini.
Alokasikan waktu yang kita punya dengan sesuatu yang bermanfaat. Sesuatu yang akan mendukung langakah kita meraih impian dan cita-cita.
“ Demi masa. Sesungguhnya manusia benar benar dalam kerugian, kecuali orang orang yang beriman dan beramal shalih dan orang orang yang berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran.” QS Al-Ashr (1-3). Semoga Allah selalu membimbing kita dalam menapaki jalan kehidupan ini. Semoga cahaya Ilahinya selalu menjadi penerang dalam hati kita. Dia-lah sang penguasa siang dan malam. Hanya kepadanya kita memohon pertolongan. Semoga bermanfaat.
ESTININGTYAS, penghujung Ktober 2009.
ANGIN BERHEMBUS SEPOI SEPOI
Jumat, 30 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silakan tinggalkan jejak...