Kamis, 08 Oktober 2009

Suara hati

Kadang hati jadi pengkhianat. Hati tak sejalan dengan apa yang kita lakukan atau seharusnya kita lakukan untuk meraih mimpi mimpi. Wajar saja kalau hati takut kehilangan apa yang telah dimiliki dalam usaha meraih mimpi itu.
Lalu untuk apa kita dengarkan kata hati kita?
Sebab kita takkan pernah bisa membuatnya diam. Kalaupun kita pura pura menulikan telinga dihadapannya. Dia akan selalu bersuara dalam dirimu, mengulangi pikiranmu tentang kehidupan di dunia ini.
Kita harus mendengarkan andaipun dia berkhianat?
Pengkhianatan adalah pukulan tak terduga-duga. Kalau kita mengenal hati kita dengan baik, ia takkan berkhianat. Sebab kita tau pasti mimpi-mimpi dan keinginannya. Dan kau juga tahu cara menyikapinya.
Kita takkan pernah bisa lari dari hati kita, jadi sebaiknya dengarkanlah suaranya. Dengan begitu kau tak perlu takut akan mendapat pukulan yang tak disangka sangka.
Hati berkata, “meski kadang aku suka mengeluh, itu karena aku ini hati manusia. Dan hati manusia memang seperti itu. Orang-orang takut mengejar impian mereka yang paling berharga, sebab mereka merasa takkan layak mendapatkannya atau takkkan pernah bisa mewujudkannya. Kami hati manusia, merasa takut kalau memikirkan orang-orang yang tercinta pergi untuk selamanya, atau saat yang semestinya indah tapi ternyata tidak. Seperti harta karun yang mungkin ditemukan tapi selamanya terkubur sangat dalam. Sebab kalau hal itu terjadi kami akan sangat menderita.
Hati takut menderita.
Katakan pada hatimu, rasa takut akan penderitaan justru lebih menderita daripada penderitaan itu sendiri. Dan takkan ada hati yang menderita saat mengejar impiannya. Sebab setiap detik pencarian itu bisa diibaratkan sebagai pertemuan kembali dengan Tuhan dan keabadian.
“setiap detik pencarian adalah pertemuan dengan Tuhan. Kalau aku berusaha sungguh-sungguh mencari mimp-mimpiku setiap hari terasa membahagiakan sebab aku tau setiap jamnya merupakan bagain dari mimpi menemukan apa yang aku cari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silakan tinggalkan jejak...