Kamis, 19 November 2009

mengunci target

hati ini mengaduh

retak karena terjatuh dari tangan yang tak mampu menjaganya dengan hati

lalu hati ini ingin kembali menggapai mimpi yang sempat tertunda


matahari terik mengeringkan air mata

menampar keras mukaku dan berkata nyaring

apa yang kau lakukan dengan waktumu hai gadis lemah???


sakit rasanya pipiku, hatiku...

menyadari tujuan yang terlewatkan begitu saja karena pendiriannya mulai rapuh

rapuh karena manis kata yang keluar dari bibir pendusta


aku tahu aku tak mungkin menunduk terlalu lama

aku harus membuka kembali mataku dan melihat duniaku

meresapi keadaan sekeliling dan mulai bekerja

menemukan tujuan hidup sejati yang tersimpan dalam ruang dan waktu

memaknai sebuah perjalanan ceritaku dan cerita mereka

yang membutuhkan aku untuk meringankan beban mereka

yang mengharapkan aku menjadi kebanggannya

yang berdoa dengan derai tangis dan tengadah kedua telapak tangannya

dan mereka yang menjerit dalam hampa

untuk mereka aku ada

2 komentar:

  1. adakalanya,mungkin kita perlu menunduk sebentar memikirkan bagaimana baiknya kedepan..

    BalasHapus
  2. aku sudah berpikir apa yang terbaik. aku dudah merenung tentang apa yang aku inginkan. dan aku sudah yakin pada tujuanku. aku berbuat untuk yang membutuhkan ku..

    BalasHapus

silakan tinggalkan jejak...